Cornerstore / Tuck Shop Seminyak Bali

“Buongiorno, Principessa. Come stai? Spero che tutto va bene in toscana.”

“Oh amore mio, vorrei che tu fossi qui con me. Il cibo in bali è incredibile. Il tramonto. Il tempo. Il ritmo. Tutti questi mi fanno ti manca di più. Ti amo…”

Percakapan ini bukan yang sesungguhnya diucapkan, dan bahasa Italia-nya pun tidak benar adanya. Google translate did all the work. =p Kalau di kuping gue mungkin hanya terdengar Buongiorno lalu sisanya spaghetti al fungi penne marinara pizza de la margherita dan aiueo nama-nama pemain sepakbola lainnya. But this guy is real!

Kurang lebih atmosfir seperti ini yang bisa ditemukan di sudut-sudut jalan di Bali. Tuck Shop Seminyak misalnya. Diposisikan di perempatan antara Jalan Laksmana (Oberoi) & Petitenget, coffee shop yang juga menyediakan menu sarapan ini padat dikunjungi bule Australia yang kerap kembali karena vonis the best flat white (slang Aussie untuk espresso yang dicampur langsung dengan susu panas instead of foam seperti layaknya cappucino) in Bali. Ditambah lagi dengan desainnya yang simple & casual, I swear I could be in Manly beach if I just forget the surrounding neighborhood.

Pagi itu, gue & Jie bertekad menelanjangi area Seminyak berbekal skuter sewaan (plus helm yang super apek), dan kamera DSLR. Tanpa mengetahui letak pasti Tuck Shop, off we go, shades on!

Setelah pusing-pusing beberapa kali, perut kosong yang sudah berbunyi tampaknya menjadi radar yang cukup baik, kami sampai dan siap makan!

Gue pesen Carrot/Beetroot juice dan Panini with smoked ham, tomato, rocket, & avocado. Sementara Jie sang coffee aficionado asik menyeruput Cappucino, pesanan yang terulang terus everywhere we go and eat in Bali. Buat gue, sarapan emang paling pas di sini. Ingredients yang dipakai terlihat & terasa fresh, made to order with least seasoning, sehingga rasa yang muncul benar-benar kombinasi dari tiap komponennya. I feel healthy just by eating here. Bahkan di jus-nya gue bisa mencium wangi rumput sebelah. Saking organic-nya, efek samping muncul satu jam kemudian dan lima jam kemudian. Yes, hari itu saya BAB sampai tiga kali. Jadi buat yang jalan-jalan di Bali dan kesulitan pencernaan bisa mampir ke Tuck Shop. =p

Kalau notice, tempat ini juga dinamai Cornershop karena ada pojokan di dalam yang menjual beberapa brand pakaian pria & wanita yang sudah dikurasi. I love the items, but damn they are expensive. Untungnya sarapan pagi itu masih affordable di kantong. Total damage sekitar IDR 70.000 untuk kedua makanan yang saya pesan.

Would I come back to Tuck Shop Seminyak? Yes, but only for breakfast (dan mungkin kalau mau mendapatkan suasana internasional, plus inspirasi & wi-fi).

Gak pa pa yah sekali-sekali gue nulis dalam Bahasa Indonesia? I hope you enjoy. 😉
Yang mau ngobrol” bisa di komen bawah atau toel gue di Twitter @wanderbites.

Makanlah sebelum makan itu dilarang,

Fellexandro Ruby
Food Photographer & Storyteller

The Tuck Shop
Jl. Laksmana (Oberoi) 10
Seminyak, Bali

Foursquare: Tuck Shop Seminyak


Written By

Fellexandro Ruby

Food photographer, and story teller sharing his passion in food, travel, culinary hits and highlights. Always on the mission to make you drool. Founder of Wanderbites.com

1 Comment

Leave a Reply

@wanderbites on Instagram