Nasi Campur Yung-Yung : The Yung Thug From Cali

Kenapa namanya Yung Yung? 

Apakah ini nama pemiliknya atau sekedar nama brand? 

Apa makna angka 99? 

Apakah cabangnya ada 99? 

Ini beberapa pertanyaan yang pertama muncul di kepala gua ketika mendengar rekomendasi Nasi Campur Yung Yung 99 dari teman sesama foodies. Apa jawabannya? Mungkin beberapa hal lebih baik tetap menjadi misteri. Yang pasti gua bisa jawab adalah pertanyaan berikut: 

Kenapa Nasi Campur Yung Yung 99 dibilang nasi campur legenda? 

Kenapa ada tulisan Khas Kalimantan? 

Apa yang bikin beda? 

Kita mulai ya. 

Di Jakarta, ini adalah salah satu nasi campur top-of-mind. Bahkan kalau membaca review-review online, tidak jarang muncul ulasan yang bilang “dari sejak SMA, gua uda sering mampir ke sini, dan rasanya tidak pernah berubah”. Betul, belum ada yang pernah klaim sudah berapa tahun Yung Yung berdiri, tapi bisa dipastikan nasi campur ini punya fan-base yang cukup besar & kuat. Kata legenda tidak muncul seketika. Estimasi gua, sudah lebih dari 20 tahun. 

Besar kemungkinan juga, fan-base ini didominasi oleh mereka pencinta nasi campur khas Kalimantan. Sedikit berbeda dari yang lain, nasi campur ini dibalut dengan kuah (saus) kental di atas topping daging. Some love it, some hate it. Gua sendiri pun, lebih suka tanpa menggunakan saus ini. Tapi teman-teman Khun Tien, bisa dipastikan ga bisa makan tanpa saus kental ini. 

Nah, tanpa kuah ini, masih bisa dinikmati kah? For me, totally yes. Dengan harga di bawah 40K, nasi campur ini cukup generous dengan potongan lap chiong (sosis babi), char siew (babi merah), siobak (babi panggang), dan ayam panggangnya. Konon, outlet pusatnya di Krendang, adalah outlet dengan rasa terbaik. Katanya, di sini, charsiewnya paling berasa manis madunya, dan siobak-nya paling garing-garing kriuk. Buat kalian yang pencinta kuliner, gua sangat menyarankan untuk langsung ke outlet ini dan rasain citarasa Kalimantan yg khas banget. 

Guys, semua sudah terjawab ya? 

Tinggal pertanyaan terakhir : Apakah worth it nyobain nasi campur ini? 

Most definitely. Especially kalau lidah lo kiblat Cali. Calimantan that is.


Written By

Fellexandro Ruby

Food photographer, and story teller sharing his passion in food, travel, culinary hits and highlights. Always on the mission to make you drool. Founder of Wanderbites.com

Photos By

Wanderbites & Co

A content creation & social media agency supporting clients from the likes of Naked Press, Timberland, Abura Soba, Ying Thai and many more. Check our Instagram @wanderbites.co for portfolio or email us at hello@wanderbites.com for more info.

Other stuff you might like

0 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

@wanderbites on Instagram

This error message is only visible to WordPress admins

Error: No connected account.

Please go to the Instagram Feed settings page to connect an account.